sejarah perjalanan berdirinya P.O haryanto


Bagi penggemar alat transportasi darat jenis bis, khususnya yang berada di sekitar pantura pasti tak asing dengan armada armada bus dari p.o haryanto ini. 

Memiliki corak yang warna warni pada sekujur bodynya dan armada armadanya yang selalu up to date. 

Ketepatan waktu dan servis yang ditawarkan oleh p.o tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar bus atau istilahnya bismania

Perjalanan berdirinya p.o haryanto

nama dari perusahaan otobus ini diambil dari nama pemiliknya yaitu H. Haryanto. 
Dia dilahirkan dikota kudus jawa tengah pada 17 desember 1959.

H. Haryanto adalah anak ke enam dari sebelas saudara, dimana dia dilahirkan dari keluarga buruh tani, sehingga dia sudah terbiasa dengan bekerja keras semenjak kecil demi membantu ekonomi orang tuanya. 

Semenjak kecil H. Haryanto memiliki cita cita ingin menjadi seorang anggota TNI, Sehingga saat menganjak dewasa dia pergi merantau ke ibukota tanpa bekal apapun dan mendaftarkan diri menjadi angggota TNI. 

Pada tahun 1979, dia sukses mendaftarkan diri dan mulai aktif bekerja di kesatuan TNI Angkatan udara yang berada di tangerang, 
Dimana disana dia didik dan ditugaskan menjadi seorang sopir yang tugasnya mengangkut bahan bahan makanan, bahan bakar dan alat pertahanan sejenis meriam. 
Saat itu gaji yang didapatkan hanya sejumlah Rp. 18.000 per bulannya. 

Karena merasa sudah memiliki hasil dari gaji perbulan yang didapatkan dari kerjanya di kesatuan TNI, hingga akhirnya pada tahun 1982 memberanikan diri untuk menikah dengan gadis pujaan hatinya. 

Setelah menikah, ternyata dengan penghasilan yang didapatkannya dari gaji tersebut masih kurang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya. 
Hingga H.Haryanto memutuskan untuk mencari pekerjaan sambilan dengan menjadi sopir angkutan kota / angkot selepas pulang dari bekerja. 

Tahun 1984 merupakan awal titik balik perjalanan kehidupan H. Haryanto,. 
Dengan modal uang kurang dari satu juta, dia nekat membeli sebuah angkot yang dia operasikan di sela sela waktu luangnya. 

Tidak kenal waktu dan hanya memiliki  sedikit waktu buat istirahat demi menafkahi istri dan ke tiga anaknya. 
selain mengoperasikan angkotnya sendiri, Pada tahun 1990 hingga tahun 2000 dia juga memiliki pekerjaan sambilan lain dengan menjadi perwakilan dari bus sumber urip. 

Setelah bertahun tahun kerja kerasnya jumlah angkot yang dimilikinya pun semakin hari semakin bertambah banyak. 

Tahun 1990 dia juga mulai membuka usaha showroom mobil di daerah tangerang, dimana showroom tersebut hanya khusus menjual mobil angkot dari berbagai merk. 

Keputusan final H. Haryanto terjadi pada tahun 2002 ketika dia berumur 43 tahun. 
Dimana dia mengundurkan diri dari kesatuannya di TNI dan memilih untuk berkonsentrasi penuh mengurus usaha usahanya. 
Dari pengunduran dirinya tersebut, dia tidak mendapatkan pesangon, tapi mendapatkan pensiunan senilai Rp.800ribu per bulannya. 

Dengan mendapatkan pinjaman dari bank senilai Rp.3milyar.
H. Haryanto mulai mendirikan perusahaan otobusnya dimana uang tersebut digunakan untuk membeli 6 buah bus senilai Rp.800 juta per unitnya. 

Dengan modal awal 6 buah bus tersebut, pada awalnya H. Haryanto menggunakan armadanya tersebut untuk rute cikarang-cimone.
Tetapi setelah beberapa waktu mencoba rute tersebut dan ternyata sepi penumpang, hingga akhirnya H. Haryanto kembali merubah bus busnya tersebut dijadikan kelas exsekutif dan mengalihkan trayeknya ke jakarta-kudus, jakarta-pati dan jakarta-jepara. 

Mulai saat itulah perusahaan otobusnya semakin besar dan begitu juga diikuti dengan penambahan jumlah armadanya yang semakin banyak hingga lebih dari 100 unit dan meliputi berbagai trayek yang ada di pulau jawa. 

H. Haryanto sangat sadar betul bahwa segala usaha yang dia lakukan itu tak akan berhasil tanpa adanya campur tangan dari Allah swt. 

Dan sebagai wujud dari rasa syukurnya itu, sehingga dia memiliki tradisi untuk memberangkatkan para anak buahnya untuk menunaikan umroh / haji ke tanah suci makkah yang masih tetap dipertahankan hingga sekarang. 

Posting Komentar

0 Komentar